NEWS  

Prof Andi Aslinda: UNM Cetak Mahasiswa Unggul Lewat Program Fast Track

MAKASSAR, ALTERNASI,NEWS – Universitas Negeri Makassar (UNM) terus memperkuat kualitas tata kelola akademik melalui berbagai inovasi pada Tahun Akademik 2026/2027. Selain mengintegrasikan sistem penerimaan mahasiswa baru seluruh jenjang pendidikan, UNM juga mengembangkan Program Fast Track bagi mahasiswa berprestasi serta mulai menerapkan kurikulum baru di seluruh program studi.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, Profesor Dr. Hj. Andi Aslinda, mengatakan, tahun akademik 2026/2027 menjadi tonggak penting bagi UNM karena untuk pertama kalinya penerimaan mahasiswa baru jenjang S1, S2, dan S3 dilaksanakan secara terintegrasi di tingkat universitas.

“Integrasi ini merupakan langkah strategis untuk membangun tata kelola penerimaan mahasiswa yang semakin sistematis, terintegrasi, tertib, dan transparan,” ujar Profesor Andi Aslinda saat menyampaikan laporan pada Penerimaan Mahasiswa Baru Pascasarjana dan Program Fast Track UNM Tahun Akademik 2026/2027.

Pada kegiatan tersebut, sebanyak 550 mahasiswa baru Pascasarjana mengikuti prosesi secara luring, sementara peserta lainnya mengikuti secara daring.

Profesor Andi Aslinda menjelaskan, penerimaan mahasiswa Pascasarjana tahun ini dilaksanakan melalui sembilan fakultas dalam lima gelombang seleksi. Gelombang pertama menerima 233 mahasiswa, gelombang kedua 289 mahasiswa, gelombang ketiga 464 mahasiswa, gelombang keempat 109 mahasiswa, dan gelombang kelima yang diperuntukkan bagi Program Studi Matematika Terapan Fakultas MIPA menerima empat mahasiswa.

Secara keseluruhan, sebanyak 1.306 mahasiswa dinyatakan lulus, terdiri atas 1.008 mahasiswa jenjang magister (S2) dan 296 mahasiswa jenjang doktor (S3).

Adapun sebaran mahasiswa baru meliputi Program Pascasarjana sebanyak 48 mahasiswa S2 dan 53 mahasiswa S3. Fakultas MIPA menerima 234 mahasiswa S2 dan 39 mahasiswa S3, Fakultas Ilmu Pendidikan 175 mahasiswa S2 dan 22 mahasiswa S3, Fakultas Bahasa dan Sastra 104 mahasiswa S2 dan 36 mahasiswa S3, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum 86 mahasiswa S2 dan 54 mahasiswa S3, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 59 mahasiswa S2 dan 11 mahasiswa S3, Fakultas Psikologi 72 mahasiswa S2, serta Fakultas Seni dan Desain 33 mahasiswa S2.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.125 mahasiswa telah menyelesaikan pembayaran dan registrasi, yang menurut Prof. Andi Aslinda menjadi indikator tingginya kepercayaan masyarakat terhadap UNM.

Salah satu inovasi akademik yang mulai dijalankan tahun ini adalah Program Fast Track, yang memungkinkan mahasiswa berprestasi menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 hanya dalam waktu lima tahun atau sepuluh semester.

“Tahun ini terdapat 60 mahasiswa yang mendaftar Program Fast Track. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, hanya 11 mahasiswa yang dinyatakan lolos,” katanya.

Ia menjelaskan, peserta Fast Track wajib memiliki IPK minimal 3,51, telah menyelesaikan sedikitnya 132 SKS pada akhir semester enam, serta memenuhi persyaratan TOEFL dan Tes Potensi Akademik (TPA). Selain itu, program studi asal dan tujuan harus linear serta sama-sama memiliki akreditasi unggul.

Menurut Prof. Andi Aslinda, seleksi yang ketat tersebut bertujuan menjaga kualitas lulusan. Sebagai bentuk dukungan, mahasiswa yang diterima pada Program Fast Track memperoleh potongan biaya kuliah sebesar 50 persen selama menempuh pendidikan jenjang magister.

“Tidak semua mahasiswa yang memenuhi IPK dan jumlah SKS otomatis dapat mengikuti program ini. Persyaratan TOEFL dan TPA juga menjadi bagian penting dalam proses seleksi sehingga kualitas akademiknya tetap terjaga,” ujarnya.

Selain menghadirkan Program Fast Track, UNM juga mulai menerapkan kurikulum baru pada seluruh jenjang pendidikan sebagai tindak lanjut revisi Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025.

Prof. Andi Aslinda menyebutkan seluruh 143 program studi di UNM telah menyelesaikan revisi kurikulum dan mulai menerapkannya pada mahasiswa angkatan 2026.

Melalui kurikulum tersebut, UNM menghadirkan mata kuliah penciri universitas. Untuk jenjang S2, mata kuliah tersebut adalah Inovasi Sains, Teknologi dan Seni serta Inovasi Kewirausahaan. Sementara pada jenjang S3 terdapat mata kuliah Interdisiplin Sains, Teknologi dan Seni dan Pengembangan Ekosistem Kewirausahaan.

“Seluruh perangkat pembelajaran telah kami siapkan, mulai dari Rencana Pembelajaran Semester (RPS), modul hingga bahan presentasi. Dalam waktu dekat juga akan dilaksanakan Training of Trainers bagi dosen pengampu agar implementasi kurikulum berjalan dengan standar yang sama,” jelasnya.

UNM juga merevisi Peraturan Akademik Nomor 2 Tahun 2025 sebagai bagian dari penguatan sistem penjaminan mutu. Berdasarkan ketentuan baru, mahasiswa S2 angkatan 2026 memiliki masa studi maksimal empat tahun dengan beban minimal 45 SKS, sedangkan mahasiswa S3 memiliki masa studi maksimal lima tahun dengan beban minimal 52 SKS.

Menurut Prof. Andi Aslinda, kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen UNM untuk memastikan proses pendidikan berlangsung secara terencana, terukur, berkualitas, sekaligus mendorong mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu.

Di akhir penyampaiannya, Prof. Andi Aslinda menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas, senat, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh panitia yang telah mendukung penyelenggaraan penerimaan mahasiswa baru. Ia juga mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru Pascasarjana dan peserta Program Fast Track.

“Selamat datang di Universitas Negeri Makassar. Mari bersama membangun tradisi akademik yang unggul, inovatif, dan berdaya saing,” tutupnya. (*)