JAKARTA,ALTERNASI.NEWS–Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengajukan usulan tambahan anggaran sebesar Rp2,6 triliun pada tahun 2026.
Usulan ini disampaikan langsung oleh Kepala BPOM, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2025).
Tambahan anggaran tersebut ditujukan untuk memperkuat intervensi pada program-program prioritas pemerintah Presiden Prabowo Subianto, antara lain pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG), penuntasan tuberkulosis (TBC), serta pengawasan ketat obat dan makanan di seluruh Indonesia.
“Kami mengusulkan tambahan anggaran sebagai berikut: intervensi utama pada program prioritas Presiden Rp 838 miliar, pelaksanaan tugas teknis pengawasan obat dan makanan Rp 1,6 triliun, dan dukungan manajemen Rp 192 miliar. Total kebutuhan kami mencapai Rp 2,6 triliun,” jelas Taruna Ikrar.
Dalam rinciannya, BPOM mengajukan Rp676 miliar untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selanjutnya Rp61 miliar untuk memperkuat upaya penuntasan TBC, Rp22 miliar untuk swasembada pangan, Rp12 miliar untuk digitalisasi pendidikan, dan Rp6,4 miliar untuk penyelenggaraan Program Keluarga Harapan (PKH).
Selain itu juga diusulkan tambahan sebesar Rp 1,6 triliun diproyeksikan untuk memperkuat pelaksanaan teknis pengawasan obat dan makanan, termasuk sampling, uji laboratorium, pengawasan post-market, serta pembinaan UMKM pangan olahan.
Prof Taruna menekankan bahwa usulan ini selaras dengan misi besar menuju Indonesia Emas 2045.
“Setiap rupiah yang diinvestasikan bukan sekadar angka, melainkan perlindungan nyawa. Anak-anak harus tumbuh sehat dengan makanan bergizi, rakyat harus mendapatkan obat yang aman, dan bangsa ini bebas dari TBC. Inilah investasi jangka panjang kita untuk masa depan,” ujarnya penuh optimisme.
Usulan tambahan anggaran ini mendapat apresiasi dan dukungan dari anggota Komisi IX DPR RI, yang menilai penguatan kapasitas BPOM merupakan bagian penting dari strategi nasional menjaga kualitas kesehatan masyarakat.
Dengan dukungan anggaran yang lebih memadai, BPOM berkomitmen melaksanakan pengawasan obat dan makanan yang lebih efektif, sekaligus menjadi garda terdepan dalam mendukung program prioritas pemerintah demi generasi sehat, produktif, dan berdaya saing global.












