Dukung UMKM, Taruna Ikrar Serahkan 26 Nomor Izin Edar BPOM ke Gubernur Melki

KUPANG,ALTERNASI.NEWS–Dalam suasana penuh kebersamaan serta khidmat yang memadukan semangat kebangsaan dan nilai keikhlasan pengabdian, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Prof Dr Taruna Ikrar secara resmi menyerahkan 26 Nomor Izin Edar (NIE) kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena berlangsung di Aula kantor Bupati Manggarai Barat, Senin (14/7/2025).

Langkah ini menjadi bagian dari dukungan nyata BPOM terhadap pertumbuhan UMKM daerah, sekaligus sebagai bentuk implementasi dari amanah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam membangun ekonomi kerakyatan yang kuat dan berkeadilan.

“Kami hadir di NTT bukan hanya membawa dokumen administratif, tapi membawa harapan besar. Harapan agar UMKM NTT bisa bersaing, bertahan, dan tumbuh menjadi tulang punggung ekonomi bangsa,” tutur Taruna Ikrar.

Dari total 26 NIE yang diserahkan, cakupan pelaku usaha tersebar di Manggarai Barat: 1 pelaku usaha (9 NIE pangan) dan Ende dua pelaku usaha (1 NIE Pangan, 1 NIE Obat Tradisional).

Selanjutnya Kabupaten Alor, Kabupaten Sikka, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara 9 pelaku usaha dengan 15 NIE (OBA 1, Kosmetika 4 dan pangan 10 NIE).

Taruna mengungkapkan bahwa jumlah produk pangan olahan dari NTT yang telah memperoleh NIE BPOM secara keseluruhan telah mencapai 371 produk, yang terdiri dari 351 produk dalam negeri yang diproduksi langsung di wilayah NTT, dan 20 produk impor yang masuk melalui satu importir resmi di wilayah NTT.

“Ini adalah capaian luar biasa. Angka ini membuktikan bahwa potensi NTT nyata, kuat, dan sedang bangkit. BPOM siap menjadi mitra strategis agar NTT menjadi pusat pertumbuhan pangan olahan yang aman, berkualitas, dan membanggakan,” jelas Prof Taruna.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, melalui program one village one product NTT menyambut baik langkah proaktif BPOM tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas keseriusan lembaga ini mendampingi pelaku usaha lokal dari hulu ke hilir.

“Saya bersaksi, BPOM hari ini tidak sekadar regulator, tapi sahabat dan penggerak. Kami di NTT merasa didampingi, didengar, dan dibantu. Ini adalah semangat pelayanan yang langka, dan kami bersyukur,” ujar Gubernur Melki.

Prof Taruna mengingatkan bahwa keberhasilan UMKM bukan hanya diukur dari nilai ekonomi semata, tetapi juga dari keberkahan usaha, kejujuran dalam proses, serta kemanfaatan bagi masyarakat luas. Ia mengajak seluruh pelaku usaha untuk menjadikan kualitas dan keamanan produk sebagai ibadah dan ladang pahala.

“Izin edar bukan akhir, melainkan awal tanggung jawab. Mari jadikan setiap produk sebagai sedekah untuk kesehatan bangsa, dan setiap usaha sebagai jalan menuju ridha Ilahi,” tutupnya dengan penuh harap.

Kegiatan ini menegaskan tekad bersama untuk mengangkat potensi daerah, dan memperkuat peran UMKM dalam arsitektur ekonomi nasional. BPOM akan terus hadir, tidak hanya sebagai pengawas, tetapi sebagai penjaga kualitas, pendamping tumbuh, dan penyemai harapan.Dari NTT, lahir optimisme baru untuk Indonesia pungkas taruna disambut tepukan meriah seluruh undangan .